Senin, 30 September 2019

Eksplorasi Data Menggunakan Microsoft Excel


Eksplorasi Data Menggunakan Microsoft Excel


1.      Buka File Lemonade.xlsx
       Download terlebih dahulu http://bit.ly/Lemonade_Excel


2.      Tanggal (Date) pada kolom A akan muncul #######, untuk menampilkannya klik ganda pada garis antara kolom headers A dan B. Tampilan tanggal dd/mm/yyyy.

3.      Pilih Cell A1, kemudian blok range A1:G366. Klik pada menu Ribbon Insert, klik Table. Sehingga muncul perintah Create Table & Centang My Table has headers, kemudian klik Ok. Secara otomatis akan ditampilkan format tombol drop-down pada kolom judul.

4.      Klik tombol drop-down pada tanggal (Date), pilih Sort Ascending untuk mengurutkan secara kronologis tanggal tersebut.
5.      Klik kolom B, kemudian pada menu Ribbon Home klik Insert dan pilih Insert Sheet Columns dan ubah nama Column1 menjadi Month.
6.      Pilih Cell B2, kemudian masukkan formula :
            =TEXT(A2;”mmmm”)
Sehingga akan muncul bulan sesuai dengan kolom tanggal (Date).

7.      Pada cell I1 ketik Revenue, secara otomatis akan membuat tabel baru dengan judul Revenue. Pada cell I2 masukkan formula sebagai berikut:
            =G2*H2
Formula tersebut akan menghitung Revenue dengan mengalikan Price (harga) dengan Sales (jumlah penjualan). Pada kolom I format cells menggunakan format Accounting dan pilih $ English (U.S.) dan terdapat 2 angka di belakang koma.

8.      Scroll ke bawah pada kolom Revenue sampai dengan cell I367, kemudian klik
Σ AutoSum, sehingga akan muncul formula sebagai berikut:
            =SUBTOTAL(109;[Revenue])


Menggunakan Conditional Formatting untuk Eksplorasi Data

1.      Pilih cell D2 kolom Temperature. Tekan secara bersamaan ctrl+alt (arah bawah). Pada menu Ribbon Home pilih Conditional Formatting pilih Color Scales & more rules.
Format Style : 2-Color Scale
Minimum : Type Lowest Value & Color White
Maximum : Highest Lowest Value & Color Red
Klik Ok

2.      Pilih cell E2 kolom Rainfall. Tekan secara bersamaan ctrl+alt (arah bawah). Pada menu Ribbon Home pilih Conditional Formatting pilih Data Bars & Gradient Fill : light blue data bar.

3.      Pilih semua nilai pada kolom Sales, kemudian klik Conditional Formatting pilih Top/Bottom Rules & Top 10%. Kemudian akan muncul kotak perintah Top 10%, pilih Green Fill with Dark Green Text dan klik OK.  
Kemudian scroll ke bawah sehingga muncul sebagai berikut:

4.      Pilih kembali semua nilai pada kolom Sales, kemudian klik Conditional Formatting pilih Top/Bottom Rules & Bottom 10%. Kemudian akan muncul kotak perintah Bottom 10%, pilih Light Red Fill with Dark Red Text dan klik OK. 

Scroll dari atas sampai bawah dan analisis secara visual perbandingan kolom Temperature, Rainfall & Sales terhadap Revenue.


Jumat, 19 Oktober 2018

TEORI KECURANGAN (FRAUD THEORY)





1.      FRAUD  TRIANGLE

Gambar 1. Fraud Triangle

Dikemukakan oleh Donald R. Cressey setelah melakukan penelitian untuk tesis doktor-nya pada tahun 1950. Cressey mengemukakan hipotesis mengenai fraud triangle untuk menjelaskan alasan mengapa orang melakukan fraud. Cressey mengungkapkan bahwa ada 3 faktor yang mendukung seseorang melakukan fraud, yaitu yaitu pressure (dorongan), opportunity (peluang), dan rationalization (rasionalisasi).
a.       Pressure (Dorongan)
Merupakan suatu dorongan yang menyebabkan seseorang melakukan kecurangan atau fraud, contohnya hutang atau tagihan yang menumpuk, gaya hidup yang mewah, ketergantungan narkoba, ketidakberdayaan dalam soal keuangan, dan keserakahan. Tekanan mempunyai dua bentuk yaitu :
·         Bentuk nyata (direct) adalah kondisi kehidupan nyata yang dihadapi oleh pelaku seperti kebiasaan sering berjudi, party/clubbing, atau persoalan keuangan.
·         Bentuk persepsi (indirect) adalah opini yang dibangun oleh pelaku yang mendorong untuk melakukan kecurangan executive need. 
b.      Opportunity (Peluang)
Peluang ini merupakan elemen yang dapat di hindari atau di minimalkan keadaannya dengan penerapan prosedur, kontrol, proses dan upaya deteksi dini terhadap kemungkinan adanya fraud, karena opportunitu Biasanya disebabkan karena internal control suatu organisasi yang lemah, kurangnya pengawasan, dan/atau penyalahgunaan wewenang, ketidakdisiplinan, kelemahan dalam mengakses informasi, tidak ada mekanisme audit & sikap apatis.
c.       Rationalization (rasionalisasi)
Seseorang yang melakukan fraud karena mencari pembenaran atas tindakannya yang berhubungan dengan kecurangan atau fraud. Pada umumnya, seseorang yang melakukan kecurangan, merasa tindakannya bukan termasuk kecurangan, tetapi hal itu merupakan haknya atau biasanya orang tersebut melakukan fraud karena mengikuti orang-orang sekitar yang melakukan hal itu. Contohnya berbohong dianggap bukan fraud karena banyak orang berbohong tidak diberi hukuman apapun.

2.      FRAUD SCALE

Gambar 2. Fraud Scale

           
Penyebab terjadinya fraud sama dengan teori fraud triangle. Dan teori scale ini merupakan teori lanjutan dari teori Fraud Triangle yang merupakan pengukuran dari teori tersebut. Dalam scale dijelaskan bahwa kemungkinan tindakan penipuan dapat dinilai dengan mengevaluasi kekuatan tekanan, kesempatan dan integritas pribadi. Tekanan yang tinggi, kesempatan besar dan integritas pribadi rendah memungkinkan risiko terjadinya fraud tinggi. Sebaliknya tekanan yang rendah, kesempatan kecil, dan integritas pribadi tinggi menyebabkan risiko terjadinya fraud rendah. Tujuan teori ini adalah untuk mengukur kemungkinan pelanggaran etika, kepercayaan dan tanggung jawab.Teori ini berlaku untuk beberapa pelanggaran salah satunya pelanggaran yang mengarah ke penipuan laporan keuangan. Sumber Tekanan menurut teori ini adalah perkiraan penjualan, laba manajemen.
karakteristik khusus menurut teori fraud scale adalah:
a.       Hidup di luar kemampuan mereka
b.      Keinginan yang besar untuk keuntungan
c.       Hutang pribadi yang tinggi
Sedangkan faktor risiko terjadinya fraud menurut teori ini adalah dikarenakan terlalu besar dalam menaruh kepercayaan kepada karyawan serta lemahnya pengendalian dari atasan.  Kecurangan paling sering terjadi ketika (i) tekanan pada situasi sangat  tinggi, (ii) Integritas pribadi yang rendah, serta (iii) adanya kesempatan atau peluang yang tinggi untuk melakukan fraud.

3.      FRAUD DIAMOND

Gambar 3. Fraud Diamond

Teori diamond ini merupakan pengembangan dari fraud triangle. Teori Fraud Diamond adalah teori yang menunjukkan hubungan antara empat elemen yaitu incentive(dorongan), oppurtunity (kesempatan), rasionalization (pembenaran), dan capability (kapabilitas).
Kecurangan atau fraud terjadi karena 4 elemen yaitu:
a.         Incentive
Incentive merupakan suatu dorongan yang timbul karena adanya tuntutan atau tekanan yang dihadapi oleh seseorang. Incentive dapat memicu terjadinya kecurangan seperti keserakahan yang mengakibatkan tekanan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
b.      Opportunity
Opportunity adalah suatu kesempatan yang timbul karena terdapat kelemahan pengendalian internal organisasi atau perusahaan dalam pencegahan dan pendeteksian kecurangan. Oppurtunity dapat terjadi karena adanya kekuasaan terhadap organisasi danjuga karena seorang fraudster atau orang-orang yang melakukan kecurangan mengetahui kelemahan dari sistem-sistem yang ada.
c.       Rationalization
Rationalization adalah kondisi dimana fraudster atau pelaku kecurangan mencari suatu pembenaran terhadap tindakan yang dilakukannya untuk memperoleh kekayaan dengan cara yang cepat. 
d.      Capability  
Merupakan sifat dan kemampuan pribadi seseorang yang mempunyai peranan besar yang memungkinkan melakukan suatu tindak kecurangan.

4.      FRAUD CROWE PENTAGON
Gambar 4. Fraud Pentagon

Teori terbarukan yang mengupas lebih mendalam mengenai faktor-faktor pemicu fraud adalah teori fraud pentagon (Crowe’s fraud pentagon theory). Teori ini dikemukakan oleh Crowe Howarth pada tahun 2011. Teori fraud pentagon merupakan perluasan dari teori fraud triangle yang sebelumnya dikemukakan oleh Cressey. Dalam teori ini Howarth menambahkan dua elemen fraud lainnya yaitu kompetisi dan arogansi (competence and arrogance). Kompetensi (competence) yang dipaparkan dalam fraud memiliki makna yang serupa dengan kapabilitas atau kemampuan (capability) yang sebelumnya dijelaskan dalam teori fraud diamond. Kompetensi atau kapabilitas merupakan kemampuan karyawan untuk mengabaikan kontrol internal, mengembangkan strategi penyembunyian, dan mengontrol sistuasi sosial untuk keuntungan pribadinya. Menurut Crowe, arogansi adalah sikap superioritas atas hak yang dimiliki dan merasa bahwa control internal atau kebijakan perusahaan tidak berlaku untuk dirinya.

5.      GONE THEORY
Gambar 5. GONE Theory

Teori GONE dikemukakan oleh seorang pemikir bernama Jack Bologne di mana terdapat empat faktor penyebab fraud. “GONE” merupakan singkatan dari huruf depan masing-masing faktor yang ia kemukakan, yakni Greed, Opportunity, Need, and Exposure.

a.       Greed (ketamakan / keserakahan) adalah keinginan untuk selalu memperoleh sebanyak-banyaknya (KBBI Daring, 2008). Ketamakan sangat berhubungan dengan moral seorang individu.
b.      Opportunity (kesempatan/peluang) merupakan suatu keadaan yang bisa datang kapan saja. Selain itu, peluang sangat bergantung pada tingkat kedudukan jabatan seseorang. Semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar peluangnya melakukan kecurangan.
c.       Need (kebutuhan) dapat menjadi faktor penyebab tindak kecurangan saat kebutuhan seseorang (dapat dikatakan) sangat mendesak. Tuntutan akan pemenuhan kebutuhan inilah yang kemudian menjadikan seseorang untuk mengambil jalan pintas dengan bertindak curang.
d.      Exposure (pengungkapan) berkaitan dengan hukuman pelaku fraud. Dengan terungkapnya suatu kecurangan dalam perusahaan tidak menutup kemungkinan terulangnya hal yang sama apabila hukuman atau saksi yang diberikan lemah dan tidak menimbulkan sifat jera.

6.      MICE THEORY
Banyak teori motivasi telah dirumuskan - buku-buku tebal dan buku-buku tebal telah ditulis tentang masalah motivasi - dan para pakar Manajemen menjelaskan isi hati mereka tentang cara memotivasi..
Mari memperluas MICE - Money, Insecurity, Cause, Ego ...
M: MONEY
I: INSECURITY
C: CAUSE
E: EGO

§  MONEY (Uang)
Di dunia saat ini, Uang mungkin merupakan faktor pendorong utama.
Uang memotivasi.
Perlu saya katakan lebih?

§  INSECURITY (Ketidakamanan)
Ketakutan dan ketidakamanan selalu menjadi motivator yang paling kuat selama berabad-abad. Meskipun ini adalah bentuk motivasi manipulatif dan negatif di alam - menciptakan Ketakutan dan ketidakamanan digunakan sebagai alat motivasi manipulatif sangat sering oleh banyak organisasi dan bos untuk "memotivasi" individu. Salah satu cara untuk menciptakan rasa tidak aman adalah mengancam untuk menggunakan senjata transfer jika Anda tidak melanggar batas. Rasa takut bahkan lebih mematikan - seperti rasa takut kehilangan pekerjaan Anda.
"Alat motivasi" ini digunakan secara efektif di sektor swasta.
Tentu saja - rasa takut kehilangan nyawa Anda (takut akan kematian) - atau rasa takut akan bahaya fisik - adalah motivator utama yang kuat.
Jenis "motivasi" teknik ini terutama lazim di Angkatan Darat (dan Layanan Pertahanan) - khususnya selama pelatihan awal.

§  CAUSE (Sebab)
Banyak orang idealis termotivasi untuk suatu sebab - sebuah ideologi, keyakinan, gairah, cinta, ambisi, atau untuk mewujudkan “misi hidup” seseorang.
Ini adalah motivasi tipe aktualisasi diri berkualitas tertinggi.

§  EGO
Peran Ego, kesombongan, kepentingan diri, harga diri ["izzat"] dan harga diri sebagai motivator adalah signifikan dalam beberapa kasus.
Ini adalah jenis motivasi "harga diri" berkualitas tinggi.

MOTIVASI “MICE”

MICE dan Motivasi - mereka saling terkait erat, bukan?


Jumat, 12 Oktober 2018

CHAPTER 12 - CYBER FORENSICS

CHAPTER 12

CYBER FORENSICS



Pendahuluan
            Dalam setiap kasus fraud, bukti yang paling efektif bisa berasal dari sumber yang berbeda-beda. Sesuatu bisa menjadi bukti tebaik berasal dari wawancara atau dokumen fisik atau informasi digital. Salah satu alasan menjadi peluang untuk berkembang dalam menemukan bukti forensik dalam komputer dan teknologi adalah kehadiran yang tumbuh secara eksponensial teknologi dalam masyarakat kita. Orang cenderung membiarkan mereka berjaga-jaga ketika melakukan e-mail dan komunikasi teks, meninggalkan area ini menjadi bukti potensial untuk mengekstrak informasi investigasi yang berguna, atau untuk mengekstrak “bukti forensik”. Pada saat yang sama, peralatan dan teknik forensik tumbuh dalam profesi forensik cyber. Jadi, forensik cyber menjadi lebih penting dalam profesi anti fraud, terutama dalam mengumpulkan bukti. Forensik Cyber ​​melibatkan pengamatan, perservasi, identifikasi yang efektif, ekstraksi, analisis, dan dokumentasi data digital dan kegiatan. Satu cara melihat proses forensik cyber sama seperti jenis forensik lainnya yaitu investigasi profesional mencari bukti forensik yang akan bertahan di pengadilan hukum, jika perlu, dan akan memberikan sesuatu yang mirip dengan sidik jari yang membantu mengidentifikasi pelaku.
Ekspektasi Privasi
            Salah satu elemen kunci dari memperoleh bukti cyber, atau bukti penipuan lainnya, adalah kebijakan hukum yang dikenal sebagai ekspektasi / harapan privasi. Setiap investigasi fraud yang mencakup kebutuhan untuk memperoleh sumber bukti potensial, terutama digital, dari karyawan dalam kantor perlu terlebih dahulu memastikan tidak akan ada pelanggaran harapan privasi. Intinya di sini adalah bahwa penyidik ​​utama perlu memastikan  di awal untuk memperoleh bukti cyber potensial tidak melanggar Hak-hak dalam kebijakan peraturan yang berlaku, dan harapan orang akan privasi.
Jenis Investigasi
·         Investigasi Publik
Jenis investigasi publik melibatkan potensi pelanggaran hukum menciptakan potensi penuntutan pidana. Karena potensi penuntutan pidana termasuk hukum dan prosedur pengadilan pidana yang menyertainya, investigasi perlu dilakukan dengan cara yang sesuai dengan hukum persyaratan dan prosedur yang berlaku.
·         Investigasi Pribadi
Penyelidik forensik cyber perlu memahami kendala dan persyaratan investigasi bukti, harapan privasi, selanjutnya litigasi, dan masalah lain dalam penyelidikan pribadi, yang berbeda dari mereka yang melakukan penyelidikan publik. Oleh karena itu, penyelidikan harus mempertimbangkan harapan privasi dalam investigasi kecurangan sebagai perlindungan.

Sumber Data Digital
Penipu dapat menyembunyikan data dengan banyak cara dengan memindahkannya dari sistem organisasi ke komputer mereka sendiri atau menempatkannya pada perangkat portabel yang bisa dilepas; atau menggunakan perangkat penyimpanan non entitas dari awal. Perangkat tersebut meliputi:
§  Komputer kantor
§  Komputer rumah
§  Laptop
§  Server jaringan
§  Backup
§  Server penyedia layanan Internet (ISP)
§  Drive eksternal yang dapat dilepas
§  Flash drive (USB / thumb drives) dapat disamarkan sebagai pulpen biasa
§  CD
§  DVD
§  Jam tangan digital
§  Chip memori untuk kamera digital yang cukup kecil
§  Memori printer
§  Akun e-mail: bisnis dan pribadi
§  Pesan suara
§  Personal digital assistant (PDA)
§  Ponsel

Jenis Data Cyber
Ø  Data Digital yang Dapat Diekstrak
Data yang dapat diekstrak kemudian dikenakan untuk mengetahui alat dan teknik untuk mencari dan mengubahnya menjadi data yang dapat diobservasi dan menghasilkan informasi.
Ø  Metadata
Metadata umumnya disimpan oleh aplikasi atau pengembang dan merupakan potensi sumber informasi atau bukti berharga. Metadata dapat didefinisikan sebagai data tentang data.
Ø  Data Digital Laten
Data digital laten dapat didefinisikan sebagai belum ditemukan, disembunyikan, salah tempat, data yang hilang atau tersembunyi. Dalam keadaan operasi normal, data laten adalah tidak mudah diubah menjadi informasi yang dapat diobservasi oleh beberapa aplikasi umum atau tunduk pada alat penambangan data, dan umumnya transparan untuk sistem operasi dan manajer file.

Proses Investigasi Forensik Cyber
Tabel 1. Proses Investigasi Forensik Cyber
Identifikasi semua sumber digital potensi bukti potensial dari sumber informasi.
Selesaikan / pertimbangkan ekspektasi masalah privasi (rincian surat perintah penggeledahan, jika perlu).
Dapatkan dan mengautentikasi bukti digital / cyber (tanpa perubahan).
Amankan bukti asli
Bukti transportasi untuk mengamankan laboratorium forensik.
Buat salinan perangkat asli (tanpa perubahan ke aslinya).
Otentikasi salinan.
Kembangkan tes-tes forensik maya spesifik, prosedur, dan rencana keseluruhan (gunakan prosedur formal)
Eksekusi rencana menggunakan alat forensik yang berlaku.
Konversi data digital menjadi bentuk yang dapat disajikan (misalnya, grafik).
Lengkapi dan ajukan laporan tentang bukti, analisis, dan kesimpulan.

Macam-Macam Spesialis di Forensik Cyber
·         Spesialis pengumpulan bukti digital (merebut dan menyimpan bukti digital)
·         Penyidik ​​komputer (Internet, jaringan, penelusuran komunikasi komputer)
·         Pemeriksa forensik komputer (mengekstrak data untuk peneliti)
Daftar ini menggambarkan kebutuhan untuk mengetahui berbagai spesialis forensik cyber, dan kemungkinan kebutuhan untuk beberapa CFS dalam tim investigasi, dan betapa rumitnya dunia cyber forensik sebenarnya.

Referensi :
Singleton, Tommi W., and Aaron J. Singleton. (2010). Fraud Auditing And Forensic Accounting (4th ed). New Jersey : John Wiley & Sons, Inc.
Chapter 12 (225 – 238).

Popular Posts

 

© 2018 IRFA' ARIFUDIN. All rights resevered. |

Back To Top